Bab 20

1305 Kata

“Bayu ...” Suara mama Bayu lirih, tapi berhasil menyentakkan lamunan. Langkah Bayu yang hendak meninggalkan kamar mamanya terhenti. Dia balik lagi menghampir mamanya. Kakaknya kini sedang memijit kaki mamanya. “Jangan kamu lupakan pesan papamu. Jaga Fahira,” ujar mama Bayu lemah. Buliran bening kembali mengalir dari sudut matanya. Wulan segera mengambil tisu dan mengusapkannya untuk mengeringkan linangan air mata yang membasahi wajah mamanya. Bayu mulai mencerna kata-kata mamanya. Mamanya benar. Menjaga Fahira adalah pesan terakhir papanya. Sebagai wujud bakti pada papa dan mamanya, sebagai penebus rasa bersalah atas kepergian papanya, mungkin inilah pilihan yang harus dia jalani selanjutnya. “Insyaalloh, Ma. Bayu akan menjalankan pesan papa.” Bayu membungkukkan badannya, mendekatka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN