BAB 103: Keputusan

2112 Kata

Harry terduduk di kursi pesawat, pria itu menatap birunya lautan Emilia Island yang perlahan menjauh. Pembicaraannya dengan Rudolf membuat Harry tidak memiliki pilihan lain selain segera pergi. Jika dia tidak bertemu dengan Rudolf dalam waktu dekat, maka dia akan menunggu lebih lama lagi. Keputusan Harry ketika akan pergi sekaan tidak memiliki keraguan apapun. Akan tetapi, setelah kini dia duduk di kursi pesawat, segunung rasa bersalah menghantam dirinya. Kepanikan membuat Harry tidak berpikir jauh. Sorot matanya menunjukan banyak kesedihan dan penyesalan karena pergi tanpa berpamit lagi. Tangan Harry terkepal kuat di atas pahanya, rahangnya mengetat menahan kemarahan yang sangat besar kepada dirinya sendiri. Pekerjaan ini sangat penting untuknya, Harry tidak bisa melepaskannya begit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN