Dengan kuat Theodor mendorong Aric mundur. “Taruhan kita akan berakhir beberapa hari lagi Aric.” Ucap Theodor dengan tatapan dinginnya. “Aku mengakui. Kau yang menang, kau sudah berhasil membuat Calla jatuh cinta padamu. Aku akan mengirimkan mobil kakekku ke rumahmu.” Tangan Aric terkepal kuat mendengarnya. “Simpan saja mobil itu, yang aku mau sekarang adalah kau harus menjauhi Calla.” Aric sudah tidak sudi lagi menerima apapun hasil dari taruhan yang dia mainkan dengan Theodor. Mungkin dulu bisa saja Aric berpikir bahwa, mendapatkan Calla tidak lebih sebah taruhan. Namun kini, bagi Aric, mendapatkan Calla adalah bagian perjuangan. Penolakan dan perintah Aric untuk menjauhi Calla tetap tidak bisa menggoyahkan Theodor untuk mundur juga. Theodor sudah menemukan jawaban dari pencariann

