Lima tahun kemudian.. Suara musik dari sebuah biola terdengar memenuhi ruangan, semua orang duduk dengan rapi dan terfokus ke atas panggung melihat anak kecil bermain dengan biolanya. Jarinya yang mungil terlihat kuat dan terbiasa dengan biola putih yang kini berada di pundaknya itu. Tidak ada yang bersuara, mereka terkesima melihat sorot tajam nan serius di sepasang mata anak itu. Semua nada yang dia ciptakan terdengar manis dan sederhana, sama seperti pagi pertama di musim semi. Suara musik itu semakin lembut di telinga sampai permainan berakhir. Anak itu menurunkan biolanya yang terlihat besar di tubuhnya yang mungil, suara tepuk tangan terdengar keras memenuhi ruangan, dan anak itu tersenyum bahagia seraya membungkuk memberi hormat. Anak itu segera pergi turun dari panggung, kak
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


