Ayaz dan Sabrina duduk di kepala ranjang dengan Sabrina bersandar bahu suaminya. Ayaz mengusap lembut kepala istrinya sambil sesekali memainkan rambut Sabrina yang ia biarkan tergerai di depan suaminya. Ayaz belum mengatakan kabar baik yang ia dapatkan dari Daniel. Ia menundanya hingga masalah yang akan ia hadapi benar benar selesai dan membawa Sabrina kembali ke Jakarta bersamanya. "Apa kamu tahu hari ini Mas sangat bahagia!" ucap Ayaz sambil menunduk memandang istrinya yang tengah mendongak memandang Ayaz berbicara. "Bahagia?" Ayaz mengangguk sambil tersenyum. "Bahagia kenapa?" "Karena selamanya Mas akan hidup bersamamu!" Sabrina mengerutkan dahinya memandang suaminya dengan lekat ia menggeser tubuhnya menjadi menghadap Ayaz. "Bukannya kita memang hidup bersama!" tanya Sabrina yang

