Kalila berjalan tertatih membuka kamar mandi apartemennya lalu memuntahkan isi dari dalam perutnya ia mencuci wajahnya yang sudah pucat akibat terlalu banyak memuntahkan isi perutnya hingga tidak tersisa membuatnya tidak berdaya. Kalila berjalan menuju ranjangnya ia hanya ingin terus berbaring di ranjang sepanjang hari. Selesai dengan keperluannya ia mampir di apartemennya untuk mengistirahatkan tubuhnya. Kalila meraih ponselnya mendial nomor Ayaz. Berkali kali Kalila memanggil nomor tersebut tetap saja tidak ada jawaban tampak sekali jika Ayaz benar benar tidak lagi perduli dengannya. Kalila menggenggam erat ponselnya merasa marah, apalagi mengingat Sabrina yang berada disisi Ayaz membuat Kalila mengerang marah. Ayaz baru kembali dari rapatnya lalu duduk di kursi kebesarannya. Ia melihat

