Perjalanan menuju ‘The City of Love’, 1998 Karen memandangi kursi Jesse yang kosong dan gelasnya yang masih terisi penuh oleh kopi. Laki-laki itu bahkan belum menyentuh minumannya sedikitpun. Ketika Jesse meninggalkannya ke toilet, Karen memandangi kepergian laki-laki itu sampai Jesse menghilang di balik pintu. Kini ia sendirian. Perdebatan yang sebelumnya mengalihkan seluruh perhatian Karen dari apa yang terjadi di dalam gerbng kini sirna begitu saja dan menyisakan keheningan yang terasa ganjil untuknya. Meskipun suara gemuruh mesin kereta berdengung keras dan orang-orang di sekelilingnya terus berbicara, fokus Karen sepenuhnya buyar. Kesedihan dan rasa bersalah menyelimutinya. Tiba-tiba ia merasa seakan ada awan hitam tebal di atas kepalanya. Awan tebal itu memberondongnya dengan perasa

