Sam melangkah gontai memasuki kediaman Wira. Ia menghempaskan tubuh lelahnya pada sofa yang berada di ruang keluarga. Memijat penat kepalanya karena begitu frustrasi memikirkan semua masalah yang datang bertubi-tubi. Andai …. Lagi-lagi Sam hanya bisa menghela. Berusaha berpikir tenang untuk mengambil langkah selanjutnya. Namun, otaknya seakan buntu karena terlalu penuh menumpuk masalah yang kian hari semakin meraja. Getaran tanpa jeda yang berasal dari benda pipih di dalam saku celana, membuat Sam membalik sedikit posisi tidurnya. Mengambil ponselnya dan langsung mengangkat ketika melihat nama Ryu ada terpajang di sana. "Hm." Sungguh kalimat pembuka yang tidak mengenakkan hati bagi yang mendengarnya. Namun, Sam benar-benar tidak berminat untuk berbicara dengan siapa pun kali ini. Han

