Napas Diandra terbuang kasar ketika melihat putri dan menantunya menuruni tangga. Berjalan bersisian sembari berpegangan tangan, layaknya pengantin baru yang tidak bisa terpisahkan dan sedang menikmsti bulan madu. Semalam, Diandra kembali mengecek CCTV yang berada di teras. Apa yang diucapkannya di meja makan hampir benar terjadi. Sepanjang makan malam, Sam terus saja menyuapi Jin dengan mesra. Setelah dua piring nasi kosong tidak bersisa, keduanya pun masuk ke dalam rumah. Ke mana lagi perginya kalau bukan ke dalam kamar. Kalau sudah begini, Diandra bisa apa? Memaksa dua insan yang saling mencintai untuk berpisah, terlebih keduanya merupakan sepasang suami istri, rasanya sangatlah berdosa. Ternyata, kedua orang yang tadinya menikah karena dijodohkan, akhirnya bisa saling menerima dan

