Sam beserta kopernya, benar-benar berada di teras rumah sekarang. Duduk anteng meskipun bokòng serta punggungnya saat ini telah merasa penat. Papa mertuanya, baru saja tiba lima belas menit yang lalu dan hanya menatap Sam tanpa memuntahkan sepatah katapun. Diandra sudah menelepon sang suami atas keberadaan Sam yang nekat hendak tidur di depan pagar beberapa waktu yang lalu. Untuk itulah, Andra merasa malas untuk menegur menantunya itu. “Jin belum bangun?” tanya Andra yang baru saja menjatuhkan tubuhnya, di salah satu kursi yang mengelilingi meja makan. Masih menunggu kedua putrinya yang tidak tampak sama sekali batang hidungnya.“Terus, ke mana Nila?” “Yaitu, Nila Mama suruh panggilin, Jin,” hela Diandra sembari mengetukkan jari telunjuknya di atas meja. Sedari tadi, kepala Diandra dipe

