“Apa, Mami bilang, kan!” Manika langsung memeluk menantu kesayangannya itu dengan erat, ketika Sam mengatakan bahwa Jin tengah mengandung lima minggu. Setelah dari rumah sakit, Sam langsung membawa Jin ke kediaman Wira sesuai rencananya. Jin pun tidak menolak akan hal itu, karena hal bahagia ini memang harus diketahui kedua orang tua mereka. “Jin itu hamil!” lanjut Manika lalu menarik diri. Ia menyangga wajah Jin yang masih terlihat pucat itu dengan gemas. “Mau makan apa? Nanti biar bikinin sama Yayuk,” tanya Manika sembari menyebut nama koki yang bekerja di rumahnya. “Masih penuh, Mi,” tolak Jin sembari menepuk pelan perutnya. “Barusan mampir drive thru, sudah pes--” “APA? Drive thru?” potong Manika melepaskan tangannya dari wajah Jin. “Ckckck … inget ya, Sayang,” satu tangan wanita

