Kristian tidak bergeming mendengar omongan Lucy yang sangat tidak pantas menurutnya. “Kamu gila, ya?!” "Gila gimana, Pak? Saya mau pipis." Lucy menjawab dengan wajah memelas, memohon pada Kristian agar mengzinkannya ikut. “Udah mau keluar, Pak!” Lucy mengatakannya tanpa rasa malu sedikitpun, membuat Kristian menggelengkan kepala. "Yaudah, bentar. Saya panggilkan Kak Bila, dulu." Sebelum Kristian melangkah pergi, ucapan Lucy membuat Kristian menatapnya lagi. "Saya udah enggak tahan lagi, Pak. Saya sendiri aja, deh, enggak papa." Lucy mencoba merubah posisinya menjadi duduk agar lebih mudah baginya untuk berdiri, tapi menggunakan satu tangan membuatnya mendapat sedikit kesulitan karena tidak mampu menyeimbangkan tubuhnya. Kristian yang melihat hal itu, meletakkan piring kosong yang

