Kabar baiknya Naina sudah pulang dan istirahat di kamar lamanya. Kabar buruknya Arya harus mendengarkan ceramah tiga orang yang mendesak sekaligus menyalahkannya. Apa daya Arya yang hanya bisa diam meladeni orang tua. "Yahh, begitulah nasib Arya." Mereka yang duduk di ruang tamu menoleh ke sumber suara. Naina sudah ada di ambang pintu memasang wajah mengantuk. Naina menguap menghampiri mereka. "Yang mau balik ke sini siapa? Ayah ngusir Naina, 'kan? Naina bakalan pergi. Cuma kedatangan kita di sini... Ya, sekedar ngasih info kalau udah saling nerima keadaan. Satu hal lagi, Naina nggak bakalan pulang! Ar, yuk balik!" Naina dengan santainya menarik tangan Arya. Mereka melongo menatap Naina. "Serius?" tanya ibunya Naina. "Ibu, jangan salahin Naina. Salahin aja Ayah." Naina menunjuk ay

