Keringat bercucuran sejak setengah jam yang lalu. Satu bola yang tidak bisa masuk ke gawang terus berhadapan dengan kaki yang berbeda. Andai saja bola bisa bicara, pasti marah pada Naina dan Arya. Bodohnya Naina menuruti keinginan Arya yang mengajaknya berebut bola dengan syarat yang kalah harus menerima hukuman apapun dari yang menang. Tawa Naina renyah kala dia berhasil merebut bola dari Arya, tetapi kesal karena Arya yang tertawa berhasil merebut bola darinya. Ingat permainan masa kecil yang hampir membuat Naina menjadi gadis tomboy karena sering bermain bola dan perang-perangan dengan Arya. Keduanya tidak ada yang kalah dan selalu ingin menang. Akhirnya hasilnya seimbang. Sama seperti sekarang. Sejak tadi tidak ada yang menang dan kalah. Permainan dibawa hingga dewasa membuat me

