Setelah sekian lama tertunda akhirnya Shirley terbang juga ke luar negeri. Tidak jadi ke Texas, Amerika Serikat karena situasi politik menjelang Pilpres yang memanas. Ervan kini membawanya ke Shanghai, China. Zakaria mengantar isterinya ke bandara. Rona wajah penuh kepuasan terpancar di wajahnya. Shirley yang melihat hal itu tersenyum dalam hati. Pagi tadi, mereka kembali b********h dan lumayan sukses karena kejantanan Zakaria berhasil menunaikan tugasnya. Walau hanya berlangsung lima menit, keberhasilan itu layak disyukuri. “Ma, tadi pagi enak gak?” “Enak lah. Nah gitu dong pennis Papa dibikin tegak, jangan loyo kayak kerupuk kena air. Mama sengsara lho kalo Papa kaya gitu” Zakaria tersenyum namun dalam hatinya ia mengatakan sesuatu: ‘Gue ngaceng gara-gara ngeliatin rekaman lu n*****t

