Nayla duduk di hadapan orang tuanya di ruang tengah, bersiap untuk disidang. Ada banyak hal yang ingin dikonfirmasi orang tuanya dari Nayla. Ia belum pernah melihat ekspresi orang tuanya demikian tegang dan serius. Jantungnya berdetak sangat cepat. "Jadi kamu sudah tau status kamu? Dengar dari mana? Kenapa nggak pernah cerita ke Abi dan Ummi, malah cerita ke orang lain yang belum jadi siapa-siapa kamu. Sudah sejauh apa hubunganmu dengan Edwin selama ini?" cecar Bagas. Nayla menelan ludah yang terasa sulit melewati kerongkongan. Oke, baiklah, sekarang saatnya mengakui segalanya. "Aku dengar dari cerita-cerita warga desa. Waktu itu aku nggak sengaja dengar. Aku nggak kuat dengarnya, nggak nyangka ternyata selama ini aku hanya seorang anak yang membawa aib. Bahkan Abi dan Ummi sembunyikan

