Kamu Milikku

1892 Kata

Rangkaian acara camping terus berlanjut setelah sarapan hingga menjelang dhuhur. Berbagai acara seru dipandu oleh guru pendamping dan pengurus Osis.  Sekarang waktunya bersantai, masing-masing bebas melakukan aktivitas apa saja. Leona menyumbangkan sebuah lagu untuk menghibur para peserta. Nayla menatap ke bawah pohon di kejauhan. Di sana duduk Edwin, Firza, dan geng mereka. Ia sangat tidak suka melihat kedekatan Edwin dan Firza, apalagi cewek itu selalu melakukan kontak fisik dengan Edwin. Entah mencubit pipi, mengusap rambut, menggelayut di lengan, bersandar di bahu, semuanya tidak lepas dari pengamatannya. Ia mengajak ketiga temannya berpindah ke tempat yang lebih teduh untuk menghindari pemandangan memuakkan di kejauhan sana. Acara hiburan berhenti saat memasuki waktu sholat. Bagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN