Edwin mengunjungi rumah pamannya malam itu. Meski sebenarnya sangat canggung, sebab memang sangat jarang ia mengunjungi keluarga. Tapi kali ini tidak bisa dipungkiri, butuh pandangan dari pamannya tentang masalah yang ia hadai. Tadi siang, Keisya sudah memberitahukan bahwa Om Krisna sedang mencarikan sekolah yang tepat untuknya di Jakarta. “Om Krisna sementara cari-cari sekolah yang bagus buat kamu, jadi minggu depan kamu sudah bisa urus surat pindahnya,” kata Keisya saat makan siang. Lamunannya buyar saat pintu terbuka, menampilkan seorang gadis cantik tersenyum manis ke arahnya. “Eh, Kak Edwin. Masuk, Kak,” sapa gadis itu ramah. “Makasih, Kin. Om ada?” tanya Edwin. “Ada di dalam, bentar aku panggilin.” Kinanti, gadis cantik anak kedua Om Kendra berlalu dari hadapannya. Edwin dudu

