NAYLA mulai menurunkan buku-buku dari rak, yang kebanyakan berisi buku-buku lama, sehingga sebagian sudah terkelupas sampul atau beberapa halamannya. Entah kenapa Bu Dahlia masih mempertahankan buku-buku itu. Ruangan itu memang bersih, tapi buku-bukunya tidak beraturan, itulah mungkin alasan Bu Dahlia menyuruhnya merapikan buku-buku itu, supaya teratur dan enak dipandang. Chaca, Gisa, dan Jenny baru saja meninggalkan ruangan. Mereka tadi memaksa hendak membantu, tapi Nayla melarangnya, tidak ingin membuat teman-temannya lambat pulang. Lagipula, pekerjaan itu hukumannya dan tidak sulit dikerjakan. “Baiknya aku susun berdasarkan apa, ya?” Nayla mengetuk-ngetuk dagunya menatap tumpukkan buku-buku di lantai. “Berdasarkan genre saja, lebih bagus.” Ia tersenyum lebar. Ia mulai menyingkirka

