55

1161 Kata

Restu merenung sambil memandangi layar monitor di apartemen Brian. Di atas meja ada secangkir kopi yang masih panas yang ia buat tadi. Sedangkan Brian sedang membaca Koran di sofa santai miliknya. Mereka berdua sedang memutar otak untuk menemukan cara untuk meletakkan alat penyadap yang diberikan Niko pada Restu. Mereka tahu bahwa usaha ini tidaklah mudah. “Bagaimana kalau kita gagal?” tanya Brian. “it’s fine. Setidaknya aku sudah tahu profil orang ini. Mungkin ada seniorku yang mengetahui sepak terjang orang ini di Negara ku. Aku rasa aku akan mendekatinya di club miliknya itu dan menempelkan alat ini.” “Bagaimana kalau kau ketahuan? Kau bisa ditangkap dan juga dihabisi Res.” Restu memandang tajam pada Brian dan berkata, “ bukankah ini adalah tugas kita sebagai polisi? Bukankah ini ad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN