c h a p t e r 4 4

3063 Kata

“Taruhan?” ujar Delo lirih, nyaris berbisik. “Iya, Delo, taruhan,” balas Dila langsung, susah payah menahan cairan-cairan bening yang mendesak keluar dari pelupuk mata. “Gue juga tau kalau dulu lo sempet minta saran ke Anwar sama Nino buat mutusin gue. Lo udah bosen kan sama objek taruhan lo ini, makanya lo mau putus? Gue tau, Delo, dari dulu gue udah tau, tapi selama ini gue cuma diem….” “Dari dulu Dila gak pernah berubah,” ucap Delo tiba-tiba. Tanpa disangka-sangka. Tatapannya dingin. Raut wajahnya tanpa ekspresi. “Dila gak pernah berubah. Selalu ngambil kesimpulan sendiri.” “Lo juga gak pernah berubah, Delo,” timpal Dila cepat. Tak mau kalah. “Lo egois. Lo selalu ngelakuin semua hal sesuka hati lo tanpa mikirin perasaan orang lain kayak gimana. Lo selalu pengen dimengerti, tapi lo se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN