Bel tanda istirahat berbunyi nyaring, menyebabkan kelas seketika riuh oleh suara decitan kursi yang ditarik dan didorong secara paksa. Anak-anak langsung berjubel di pintu masuk kelas untuk berlomba-lomba siapa yang lebih dulu sampai di kantin. Tapi tampaknya, Ayu sama sekali tak tertarik dengan hal tersebut, karena saat ini cewek itu justru terduduk loyo di kursinya tanpa ada niatan untuk beranjak sama sekali. “Yu, kantin, yuk? Eh, tapi gue ke toilet dulu bentar, deh.” Sepeninggal Novi, Ayu lalu menghela napas panjang. Ditelungkupkannya kepalanya di atas meja dengan letih. Mata cewek itu perlahan terpejam seiring dengan memorinya yang kembali memutar kejadian tersebut. “Jadi gini cara main lo?” “Lo gak tau apa-apa. Diem aja.” Ayu meringis, merasakan pening mulai mencengkeram kepalan

