“Cora … Cora Dianthe … ini kamu Cora? kamu … masih hidup?” wanita itu membuat raut wajahnya setenang mungkin walaupun hatinya terkejut dengan apa yang disaksikan oleh matanya itu. Wanita itu memiliki senyuman yang manis tetapi tatapan matanya tidak semanis senyumnya, tatapan mata wanita itu membuat bulu kuduk Cora berdiri. ‘Apa maksudnya menanyakan pertanyaan aneh itu? Mengapa dia tampak terkejut saat melihatku masih hidup?’ Cora larut dalam pikirannya. “Maaf kami harus pergi, Carol.” Tony menarik tangan Cora, mereka berdiri dan meninggalkan wanita itu. Wanita itu tersenyum manis dan melambaikan tangannya pada Cora. z z z Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu hampir dua puluh jam itu, mereka tiba di Bandar udara Soekarno Hatta, Jakarta. Surya menyambut kedatangan mereka denga

