Tony memandang langit-langit kamarnya. Kamar tidurnya itu terasa begitu besar tanpa kehadiran istrinya, ia merasa bagaikan remaja muda yang galau karena ditinggal kekasih. Sebut saja berlebihan, tetapi ia tidak bisa hidup tanpa Cora, wanita itu bagaikan oksigen yang dibutuhkannya untuk terus bertahan hidup, tanpa oksigen yang dibutuhkan tubuhnya itu bagaimana ia bisa terus hidup bukan? Ia tidak tahu semenjak kapan ia sudah jatuh cinta pada wanita itu, yang ia tahu cintanya pada wanita itu sudah tumbuh besar tanpa bisa ia kurangi sedikit pun. Cinta itu hadir tanpa ia sadari kehadirannya. Tony memejamkan matanya dan berharap ia dapat memeluk istrinya itu dalam dunia mimpinya. z z z Cora memasuki kamarnya yang terlihat sudah gelap dengan perlahan, ia menatap sedih lelaki yang tengah tertidu

