“Cora .…” Tony mencairkan keheningan di antara mereka, ia memanggil nama wanita yang dicintainya itu dengan lirih. Mata Cora berkaca-kaca saat mendengarkan suara yang begitu dirindukannya. Wajah itu, suara itu, senyuman itu, ia merindukan setiap hal yang ada di diri Tony. Ia mengarahkan wajahnya ke arah langit dan berusaha tidak mengeluarkan air mata. Setelah ia dapat mengatur air matanya, Ia berjalan ke arah Tony dan mengelus dengan lembut wajah lelaki yang selama ini dirindukannya. Ia ingin memastikan bahwa lelaki di hadapannya itu bukanlah ilusinya semata. Ia ingin memastikan bahwa semua yang terjadi saat ini bukanlah sekedar mimpi yang akan menghilang saat ia terbangun dari tidurnya, semua ini adalah sebuah kenyataan. Tony mengusap-usap punggung tangan Cora yang berada diwajahnya, i

