“Maaf Kak … maaf aku udah keterlaluan ya ngomongnya?” Intan berkata dengan cemas dan memeluk tubuh Cora yang terlihat bergetar. Cora kembali menjadi wanita yang lemah karena perasaannya pada Tony. Kata-kata Intan bagaikan sebilah pisau yang menusuk tepat ke jantungnya. Ia merasa sedih saat mendengarkan perkataan gadis itu, perkataan gadis itu membuatnya menyadari betapa lemah dan pengecut dirinya itu. Cora melepaskan pelukan Intan dan menggelengkan kepalanya dengan lemah. “Nggak, Tan … Kakak yang bodoh,” ujarnya dengan lirih. Mereka larut dalam keheningan dan terlihat larut dalam pikiran mereka masing-masing. “Kak Cora … tolong Aldo ....” Suara itu membuat Intan dan Cora mengalihkan pandangan mereka ke sumber suara, seorang bocah tampak berlari kecil ke arah mereka, dengan napas yang te

