“Aku sudah memesan satu set untukmu kepada Michael.” Tony mengusap puncak kepala Cora, “Kamu tahu, penjual terkadang harus mendramatisir kata-katanya saat mengatakan hanya ada satu set. Sebenarnya Michael memang hanya ingin membuat satu set perhiasan itu, tapi aku memaksanya untuk membuat dua set. Aku ingin memberikan satu set kepadamu, aku tahu kalau kamu akan menyukainya. Jadi bisakah kamu tidak marah lagi kepadaku, sayang?” Tony menatap ke dalam manik mata milik Cora. “Kamu benar-benar pintar merayu wanita, Tony.” Cora tersenyum lebar. “Tidak, aku tidak bisa membuatmu tidak marah lagi padaku bukan? kamu ingin membalas dendam saat bersama dengan Robert di acara tadi bukan?” Tony menyengir kuda dan menaik-naikkan alisnya. Cora mendengus kesal. “Kamu seperti Mbah Dukun!” Tony terkekeh

