Awalnya Aaron suka melihat Manaka ketakutan padanya, tapi lama kelamaan itu tidak membuatnya senang lagi. Dari sekian banyak obsesinya pada Manaka, Aaron mulai sadar ada beberapa yang sudah menghilang dengan sendirinya. Itu seperti dirinya jadi mudah luluh pada sisi jinak Manaka. Rasa marah yang menyelimuti hati Aaron lenyap terhapus oleh panas tubuh Manaka. Pikirannya bisa berpikir lebih jernih, bisa lebih paham maksud dari segala tindakan Manaka. Termasuk apa yang ia perbuat hingga Manaka bereaksi demikian. Aaron melepaskan genggaman tangannya, membelai rambut Manaka. Ia membalas pelukan pria itu, menatap begitu dalam sembari mencuri sebuah ciuman ringan. Suasana di antara mereka berubah seketika. Naik dan turunnya emosi kedua pria itu begitu tidak stabil sama seperti hidup mereka. M

