Bagian 27 "Adelia!" Sebuah panggilan menyapa indera pendengaran. Suara yang tak asing lagi di telinga. Benar dugaanku, itu suara Mas Farid. Ada apa lagi ia menemuiku? Ternyata ia masih berani menampakkan batang hidungnya di hadapanku, setelah semua yang telah ia lakukan terhadapku. Apa mungkin ia mau merayuku lagi, agar mau memaafkannya dan membatalkan gugatan cerai yang sudah kulayangkan ke pengadilan agama? "Adelia …." Mas Farid kembali memanggil namaku. "Ngapain Mas kesini?" tanyaku ketus. Aku sedang sibuk, jadi aku tidak mau ada orang yang mengganggu aktivitasku. Butik telah kembali kubuka, hari-hariku akan kembali seperti dulu, menghabiskan waktu di butik. "Maaf jika kehadiran Mas membuatmu merasa terganggu. Mas hanya ingin ngobrol sama kamu, Dek." "Katakan saja, nggak usah

