Satu Minggu berlalu dan saatnya Lakeswara menemui Hande untuk menyerahkan surat panggilan sidang pertama di pengadilan. Pria itu sudah menata hatinya dan merelakan semua hal buruk yang menimpanya. "Kenapa kau masih di sini? Kapan kau akan menyerahkan surat panggilan sidang pertama itu pada Hande?" tanya Ozawara melihat adiknya masih duduk di tepi ranjang kamarnya. "Iya, ini aku mau pergi," balas Lakeswara beranjak berdiri. Ozawara melangkah masuk dan berdiri tepat di hadapan adiknya. "Semoga semuanya berjalan dengan lancar," harap wanita itu sambil merapikan dasi adiknya. "Ya, aku juga berharap begitu," balas Lakeswara setelah menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. "Pokoknya apa pun yang Hande lakukan dan katakan nanti, kau tidak boleh goyah," peringat Ozawara. Ia takut sang

