Keesokan harinya, Elang menggunakan waktu istirahat pertamanya untuk memantau Kana dari jarak jauh. Ke manapun cewek itu pergi, dari radius jarak kira-kira sepuluh meter, Elang berada di sana. Mengamati Kana dan mencari peluang yang tepat agar Kana tidak bisa lolos darinya lagi. Elang ingin bicara empat mata dengan cewek itu. Membicarakan masalah yang nampaknya masih buram. Di saat Elang hampir menyerah karena ia tidak memiliki sebuah harapan, Kana tiba-tiba saja masuk ke dalam toilet. Membuat Elang yang semula berpikir jika dirinya tidak bisa lagi berbincang dengan Kana, seketika saja semangat. Ia sudah memiliki satu peluang. Buru-buru Elang berjalan cepat dan menunggu di depan toilet cewek. Begitu Kana keluar, Elang bisa langsung memegangi lengan tangannya. Tujuh menit menunggu, akh

