Dua Minggu telah berlalu. Hubungan Arnaf dan Alina kian membaik dan selalu dipenuhi keharmonisan. Dalam dua Minggu ini semuanya telah berubah total, dari status dan juga hati. Serta tak lupa keseharian. Kini, ada kegiatan baru yang akan Alina lakukan, sebelum ia berbenah diri untuk pergi ke sekolah. Yaitu, menyiapkan seragam dan segala keperluan Arnaf. Bahkan Alina sudah terbiasa bangun sebelum subuh dan tidak dilanjutkan untuk tidur lagi. Kini setelah melaksanakan sholat subuh, Alina sudah berkutat dengan segara peralatan dapur. "Sayang dimana dasi ku?" teriakan itu cukup mengganggu pendengaran Alina. "Jangan teriak-teriak deh, ini tuh masih pagi banget. Nanti yang pada tidur itu keganggu, lagian nanti juga bakal aku siapin." Arnaf berdecak dan melangkah mendekati Alina, tanpa disa

