Keluarga Kecil

1301 Kata

Setelah mendapatkan izin dan maaf dari Alina, hati Arnaf merasa sangat lega. Beban yang beberapa jam ia tanggung, akhirnya hilang musnah dari pikiran. Sekarang ini, waktunya ia bermanja-manja dengan sang istri, dan mengerjakan apapun tugas istrinya tersebut. Arnaf rasa, hal yang ia lakukan saat ini tidak akan bisa membayar waktu yang ia gunakan untuk ke Barcelona. "Sudah sayang, jangan kamu terus yang gendong. Biar aku aja yang gendong Adnan." pinta Arnaf sambil mengambil ahli gendong putranya. Saat berada digendongan Abi nya, beberapa saat saja Adnan sudah mulai menutup matanya. Bayi kecil itu rupanya sudah mengerti siapa yang tengah menggendongnya. "Kok cepet banget tidurnya, perasaan dari tadi aku gendong gak tidur-tidur." gumam Alina, melihat putranya sudah tertidur lelap dalam gen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN