Maaf

1014 Kata

Kini Arnaf dan Alina sudah berada diparkiran sekolah. Mereka berdua belum turun, karena itu kemauan Alina sendiri. Gadis cantik itu hanya mau turun disaat parkiran sudah sepi orang, demi menghindari bisikan-bisikan tentang dirinya dan Arnaf. "Lin, sampai kapan disini terus? Kalo nunggu gak ada orang, yang ada kita telat." Alina menatap Arnaf tajam, dasar lelaki tidak peka. "Kalo keluar sekarang terus diliatin anak-anak yang ada kita jadi bahan pembicaraan. Aku gak mau ya." Untuk sekian kalinya Arnaf menghela nafas panjang, ia harus ekstra sabar jika bersama sang istri, "Alina, kamu tau kan kalo kelas kita itu berbeda. Aku dilantai dua dan kamu dilantai 3. Yang ada kamu bakalan telat, emang kamu mau nama kamu masuk dalam buku catatan BK karena telat masuk kelas?" Dengan cepat Alina meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN