Satu bulan telah berlalu, dokter sendiri sudah memprediksi kapan Alina akan segera melahirkan. Dari informasi yang diberikan dokter, bayi dalam perut Alina sehat dan terlalu aktif pergerakannya. Umi sendiri pernah bilang jika bayi Alina akan berjenis kelamin perempuan, karena umi melihat dari segi posisi perut Alina. Tapi, berbalik lagi pada Yang Maha Kuasa. Jika diberikan laki-laki ya disyukuri, dan jika diberikan perempuan, ya disyukuri. Semakin mendekati masa kelahiran, Arnaf sendiri sering sekali cuti dari pekerjaannya. Tak jarang juga calon ayah muda itu, repot maunya sendiri. Bahkan umi sendiri lebih sering mengunjungi rumah Arnaf hanya untuk menjaga Alina dari pagi hingga sore. Meskipun ada pembantu, umi masih setia dengan pendirinya. "Gimana, agak enakan gak perutnya? Katanya

