Caca membanting pintu kamarnya dengan keras. Untung saja dirumah itu sedang tidak ada orang. Dia sekarang ini seperti orang stres. Dia berguling guling diatas kasur sambil menutup wajahnya. Dia masih teringat ucapan Al. Beberapa menit kemudian, dia memberhentikan aktivitasnya itu. Lalu duduk diatas kasur itu. "Mau kamu apa sih Al?" tanya Caca "Baru aja kamu bilang kemungkinan mau jadian sama Claudia. Tapi setelah itu kamu malah bilang kangenlah terus cemburulah. Mau kamu apa?" ucap Caca "YAAMPUN!! JAKETNYA AL LUPA DIBALIKIN. NGOBATIN IUS JUGA LUPA. MATI GUE." Ucap Caca "Dasar Caca pikun." Ujar Caca pada dirinya sendiri. Mata caca teralih melihat kalender dan dia kembali berteriak. "BESOK ULANG TAHUN GUE?! YAAMPUN HAMPIR AJA LUPA." ucap Caca Hp Caca berdering. Caca segera mengamb

