"Ca, Al udah nunggu dibawah." Ujar Devin setelah tiba dikamar Caca.
"Yaa."
"Cepetan! Lama banget lo ikat rambut doank." Cibir Devin
"Sabar kek, ntar adek lo ini gak kelihatan cantik. Ini aja gue udah asal asalan ikatnya." Jelas Caca
"Lagian Adel juga gak jauh beda kok kayak gue. Bahkan lebih lama dia." Lanjut Caca.
"Lah? Kenapa tiba ke Adel?" Tanya Devin heran.
"Hello? Lo kira gue kagak tau apa? Lo suka kan sama sahabat cantik gue itu?"
"Hehee.. Iya. Kok tau sih lo?"
"Taulah.. Caca gitu lohh.."
"Yaudah. Gue duluan yaa.. Lo sama Al kan?" Tanya Devin
Caca hanya menggumam.
Devinpun pergi.
******
'Duh lama banget sih.. Untung sayang, kalau gak udah gue tinggal' Batin Al
Tiba tiba dari dapur datang sosok perempuan berumur sekita 39 tahun yang masih berparas cantik. Dia Renata. Mamanya Caca. Renata heran. Lalu menghampiri Al.
"Kamu siapa?" Tanya Renata
"Saya Al. Pacarnya Caca, tante." Jawab Al
'Pacar? Caca udah punya pacar?' Batin Renata.
Renata hanya mengangguk.
Cacapun datang.
"Pagi ma." Sapa Caca
"Pagi sayang" Sapa Renata
"Papa mana?" Tanya Caca
"Papa udah kekantor." Jawab Renata
"Mama gak kekantor?"
"Mama ambil cuti. Pengen istirahat."
"Ohh.. Yaudah. Caca langsung berangkat ya ma?"
"Kamu gak sarapan dulu?"
"Gak usah deh ma. Caca masih kenyang."
"Yaudah. Berangkat sana! Pacar kamu udah nunggu dari tadi." Goda Renata
"Mama apaan sihh.." Ucap Caca sambil menyembunyikan semburat pipinya.
Al tersenyum.
"Kamu kok gak pernah bilang kalau Al itu pacar kamu? Padahal papa tadi malam udah nanya, tapi kamu bilang cuma teman." Jelas Renata.
Senyum Al hilang ntah kemana.
"Mama ember." Ujar Caca
"Yaudah. Pergi sana! Ntar telat."
"Yaudah. Caca pergi ya ma." Ucap Caca sambil menyalam Renata.
"Al pergi ya tante." Ucap Al sambil ikutan menyalam Renata.
"Jangan panggil tante. Panggil mama aja." Ucap Renata.
"I-, Iya tan- eh- mama." Gugup Al
Caca terkekeh. Ntah kenapa dia merasa senang melihat Al bisa dekat dengan mamanya. Dia jadi merasa bersalah karena tidak mengakui Al didepan papanya tadi malam.
'Bodo amatlah' Batin Caca.
"Hati hati ya kalian"
"Iya ma" Ucap Caca
~~~~~~~~~~
"Aku duluan." Ucap Caca. Setelah mereka sampai disekolah.
"Kamu kenapa?" Tanya Al.
"Gak apa apa"
"Kamu marah?" Tanya caca
"Iya. Aku marah." Jawab Al
"Tapi kenapa?"
"Kamu itu ngapain sih umbarin hubungan kita ke sosmed?" Tanya Caca kesel.
"Aku cuma mau mereka tau kalau kamu milik aku." Jawab Caca
"Tapi kamu bikin aku banyak haters" Kesel Caca
"Kok jadi kamu yang marah?" Tanya Al
"Ha? Apa?" Tanya Caca balik.
"Kamu aja yang gak anggap aku sebagai pacar kamu didepan papa kamu aja aku gak marah." Ujar Al
"Bukan gitu, Al" ujar Caca
"Terus gimana? Kamu pikir hati aku gak sakit gak dianggap?" Bentak Al.
"Al, aku gak mak-"
"Serah kamu." Ucap Al sambil berlalu dari hadapan Caca.
Mata Caca memanas. Ntah mengapa di bentak Al membuat hatinya sakit. Tidak biasanya dia seperti ini.
Apa dia mulai menyukai Al?
'Maksud aku gak kayak gitu, Al' Batin Caca lirih sambil menatap kepergian Al.