Matheo menghentikan laju mobilnya di sebuah ruas jalan yang tak jauh dari keberadaan hotel Adlon Kampinski Berlin. Matheo ingin memastikan jika yang akan dimaksud oleh Baren Mayer adalah Tessa Wagner atau Theresia Medina, gadis panti asuhan yang dirinya tabrak beberapa tahun silam. Matheo sedang menimbang keputusannya untuk menyambangi Baren Mayer di hotel. “Aku tak boleh membuat segalanya menjadi tanya untuk pria itu,” gumam Matheo sendirian di dalam mobilnya. Malam kian beranjak larut. Matheo mengetuk-ngetukkan ujung jarinya ke lingkar kemudi. Menatap jalanan yang terbentang di hadapannya. Sepi, sunyi hanya ada suara hewan pengerat yang terdengar dari luar. “Jika benar Tessa adalah orang yang---” Gumaman yang berhenti. Matheo mencoba mengingat wajah Tessa yang pucat, dan ada ketakutn

