*** Bekerja di kafe Bagus bukan sesuatu yang pernah Una harapkan dalam hidupnya. Bertemu lagi dengan sang mantan membuat hidup Una jauh dari kata baik-baik saja. Namun, sering berjalannya waktu Una pun terbiasa menghadapi Bagus. Tidak tahu malu ia selalu datang untuk bekerja karena memang sangat membutuhkan uang. Setiap kali Bagus memanggilnya, lalu memarahinya tanpa alasan, Una tak pernah menangis. Dipasangnya wajah setebal tembok meski hatinya hancur berkeping-keping kala mengingat dia kembali berada di bawah kekangan lelaki itu. Namun, ketika kini perlahan titik menuju jalan yang cerah tanpa Bagus pun mulai telihat dan membuat Una merasa hidupnya tak seburuk dulu, yakin sebentar lagi akan ada cahaya terang yang mewarnai jalan hidupnya yang gelap, sang mantan yang selalu bersikap kas

