Entah kenapa, tubuhku rasanya seperti akan limbung. Cincin yang ada di jari manisku terasa berat sekali. Aku sudah tahu jawabannya sekarang, Galih dan wanita itu ada hubungan khusus. Jika aku membatalkan pernikahan ini, kami semua akan malu. Terutama Galih. Aku harus bagaimana? Kutundukkan kepalaku seraya menutup mata dan meyakinkan diriku sendiri bahwa aku bisa melewati ini. Lagipula kami menikah karena perjodohan dan kebangkrutan Papi. Terserah Galih melabuhkan hatinya ke mana. Pasti mereka sudah lama berpacaran. Dan aku datang di tengah-tengah mereka. Mungkin mengacaukan semua angan mereka berdua. Angan indah yang mereka bangun, hancur akibat kedatanganku. Aku sudah merusak. Dadaku terasa sakit. Kenapa denganku? Mungkinkah aku menyukai Galih? Itu pasti tidak mungkin! Kubuka mataku l

