Chapter 16 Diandra : Fitnah Pernikahan

1822 Kata

Aku mengikuti Ujian Akhir Nasional dengan lancar. Menghela nafas pelan, aku merapikan alat-alat tulisku kemudian berjalan keluar kelas. Semoga saja nilaiku bagus karena aku tidak bisa berkonsentrasi. Pikiranku terbelah. Masih saja aku memikirkan kejadian di kantor Galih itu. “Hei!” Suara Farah dibarengi tepukan tangannya dipundakku membuatku berhenti melangkah. “Hei.” Sapaku pelan. Mata Farah menyipit, menatapku penuh tanya. “Kemana saja kamu selama minggu tenang kemarin?” tanyanya lagi. “Dirumah. Belajar.” Kataku singkat mengangkat bahu. Ya aku belajar tetapi diselingi airmata yang selalu saja keluar. Galih menepati janjinya, dia tidak datang selama seminggu ini dan aku juga lebih memilih di rumah daripada di sekolah, karena sudah tidak ada lagi aktifitas belajar atau disebut guru se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN