❤ 38 || Patah ||

1617 Kata

Part 38. Malam semakin larut. Ruang IGD rumah sakit tampak sunyi. Hanya ada beberapa perawat dan petugas. Gandi menatap nanar wajah putrinya yang belum sadarkan diri. Jarum infus berada di tangannya. Pun begitu dengan selang oksigen yang sudah terpasang di hidungnya. “Papa sama Mama pulanglah dulu, kalian harus istirahat!” titah Gandi. Rasa sedih dan rasa bersalah berpadu dalam hati itu. “Tidak, Mama tidak akan pulang sebelum memastikan keadaan cucuku!” elak Nyonya Karina. “Dokter Edo akan segera datang Ma, jangan khawatir!” bujuk Gandi. Sebenarnya ia sama khawatirnya dengan Nyonya Karina. “Bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan Dea, kenapa tadi kamu tidak segera membuka pintu Gandi! Lihatlah, sekarang cucuku tak sadarkan diri karenamu!” tuduh Nyonya Karina. Suaranya pelan, tapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN