Part 24. “Papa,” panggil Dea dengan suara imutnya. “Iya, Nak!” jawab Gandi. “Ada apa sayang?” imbuhnya. “Kata Oma, aku bakalan punya mama baru, apa yang dikatakan Oma itu benar, Pa?” tanya Dea terbata khas anak kecil umur empat tahun. “Tidak sayang,” jawab Gandi. Tidak bisa menjelaskan lebih. “Mama, kenapa Mama ninggalin kita Pa?” Air mata gadis kecil itu merebak. “Papa janji enggak bakal ninggalin Dea, Dea jangan sedih ya!” bujuk sang Papa. Dea mengangguk pelan. “Sekarang tidur ya!” pinta Gandi. Ia ingin segera mengeluarkan Bella dari tempat persembunyiannya. Kasihan juga kalau harus berjam-jam bersembunyi di sana. “Iya Pa,” jawab Dea. Namun anak kecil itu tak kunjung memejamkan mata, kedua manik matanya tertuju pada foto pernikahan papa dan mamanya. “Papa!” lirih Dea

