Chapter 88

1045 Kata

Berhasil membuat ibu mertuanya naik darah, Aileen cekikikan ketika Sabrina keluar dari dapur. Sebenarnya ingin membuat Sabrina agar takut, tapi rupanya hanya membuat kesal saja. Ah, sungguh tidak asyik. Satu jam kemudian, masakan sudah dihidangkan di atas meja. Aileen yang menata meja tersebut, sehingga tampak lebih cantik daripada hari-hari sebelumnya. Sementara itu, Sabrina ke atas untuk memanggil suami dan putranya. Dia berjalan anggun seperti biasanya. Berhenti di depan pintu ruang belajar Dhanu Kaelan. Laki-laki itu akan berada di sana setelah kembali dari kantor. Yang Sabrina tahu, suaminya akan bekerja dan terus bekerja, hingga tengah malam. “Suamiku, makan malam sudah siap. Kalian turunlah,” ujar Sabrina. “Sebentar lagi. Aku masih bicara dengan Damian,” jawab Dhanu Kaelan. “Ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN