Sabrina berjalan dengan wajah terangkat. Siapa pun tidak ada yang bisa menghalangi jalannya. Sapaan dari bawahan Dhanu Kaelan seolah tak terdengar di telinganya. Mengetahui sang Nyonya berdiri di depan pintu, sekretaris Dhanu buru-buru berlari, lalu membukakan pintu. Tak ada ucapan terima kasih dari wanita itu. Sabrina melangkah masuk dengan mata yang menerawang ruangan sang suami. Dhanu Kaelan mengangkat wajah untuk melihat gerakan wanita itu saat berjalan. Sabrina masih bersinar, bahkan ketika usianya lebih dari 50 tahun. Namun, pada saat menggoda Dhanu Kaelan dulu, Sabrina masih berada pada usia cantiknya. 20 tahun masih sangat muda, tapi kelicikannya melebihi usianya. “Kau datang?” Dhanu Kaelan mengangkat sebelah alis. “Hm,” balas Sabrina, masih mengedarkan pandangannya. Namun, ka

