Damian tak bisa berhenti memperlihatkan senyum, sampai-sampai semua karyawan Bar melihatnya dengan aneh. Kemarin sudah ditolak oleh Bos mereka. Sekarang pria itu dengan percaya diri datang membawa senyum cerah. Seolah-olah kelopak bunga sedang ditabur untuk acara pernikahan. Duduk di meja Bar, Damian meminta satu gelas bir pada bartender. Bartender segera memberikan pesanan Damian, seraya melirik sekilas. Hari ini pria itu tampak aneh. Tidak seperti biasanya berwajah datar. Ekspresi ini lebih seram daripada wajah datarnya. “Kenapa? Apa aku terlalu tampan malam ini?” tanya Damian setelah meneguk bir kepada bartender. Sang bartender sedikit membeku. Apa salahnya sehingga Damian bertanya padanya? Dia hanya ingin bekerja dengan tenang. Jadi jangan bertanya. “Kau tidak menjawab?” “Tidak,

