Chapter 57

1783 Kata

“Kau boleh duduk,” ujar Damian, yang seketika itu membuat mata Faranisa berbinar. Sementara, Aileen kaget sampai dahinya berkerut. Aileen tak percaya, Damian membiarkan wanita itu duduk bersama mereka. Apa Damian ingin membuatnya cemburu? Ia diam untuk beberapa saat, melirik ke Damian kalau bergantian ke Faranisa. Wanita itu sangat senang, sedangkan Damian menampakkan wajah datar. Orang-orang melebarkan mata dengan heran. Namun, mulut mereka tetap mengunyah makanan. Mungkin berkomentar diam-diam. Orang yang paling diuntungkan saat ini adalah Faranisa. “Dam, dia pacarmu?” tanya Faranisa menoleh pada Damian. “Iya,” jawab Damian singkat. “Dam? Ya, aku tahu kau mantannya, tapi kau bisa, kan kondisikan sedikit. Kita sedang berada di kantor Damian. Lantas kenapa pula Damian tetap tenang be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN