Chapter 19

1026 Kata

Aileen memang seharusnya tidak mempercayai Damian. Bukannya mengantarnya pulang ke Apartemennya, Damian malah mengajak Aileen ke pantai di tengah teriknya matahari, buru-buru Aileen berteduh ke bawah pohon. Sama halnya dengan Damian—pria itu juga berteduh tepat di samping Aileen. Tidak mengerti maksud pria itu dengan membawanya kemari. Pandangan Aileen lurus ke depan. Dilihatnya ombak kecil yang berirama menuju ke tepian. Angin sepoi membelai wajahnya yang cantik. Damian memperhatikan Aileen sembari menyunggingkan sudut bibirnya yang tipis. Tangan pria itu bergerak dengan kemauannya, mencoba memperbaiki rambut yang terkena angin. “Ah! Kamu sedang apa? Mau merontokkan rambutku?” suara Aileen tidak sampai pada indera pendengaran Damian. Melihat Damian terus menarik rambutnya, Aileen berd

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN