26

1269 Kata

Saat terbangun pagi harinya, Zia langsung diterpa perasaan malu luar biasa karena menemukan Zavier yang berbaring di sebelahnya dalam keadaan terjaga. Tidak hanya itu saja, pria itu kini juga tengah tersenyum menatapnya. "Pagi..." ucap Zavier, lalu mendekatkan kepala mereka dan mengecup ujung hidung Zia. "P-pagi," jawab Zia tergagap. Dalam hati, gadis itu ingin segera melompat dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi untuk bersembunyi. Setelah apa yang terjadi semalam, terbangun dengan disambut oleh senyuman Zavier bukanlah hal yang ingin Zia dapatkan. "Mau mandi duluan?" tanya Zavier lembut. Zia sontak menggeleng. "Kamu aja. Aku masih mau di sini sebentar," ujarnya seraya menarik selimut sampai ke leher dan memejamkan mata. Masih belum sanggup menatap Zavier terlalu lama. "Janga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN