16a

810 Kata

Malam ini hujan kembali turun dengan deras. Sesekali disertai gemuruh. Zavier telah berbaring di tempat tidurnya, tapi karena kondisi di luar seperti itu, ia jadi berharap andai Zia kembali minta ditemani olehnya, pasti akan menyenangkan sekali. Mereka bisa berbaring bersama di bawah selimut hangat, bercakap-cakap sembari menunggu kantuk datang sambil berpelukan. Benar saja, baru saja pemikiran itu terlintas, ponsel Zavier tiba-tiba berbunyi. Menandakan ada panggilan masuk untuknya. Zavier melirik ponsel dan menemukan nama Zia tertera di sana. Beruntung sekali dirinya ini, pikir Zavier. Ini adalah kali kedua Zavier memikirkan Zia sebelum tidur, dan gadis itu benar-benar langsung menghubunginya. Semoga Zia menelepon karena memang minta untuk ditemani. Doa Zavier dalam hati. “Ya, Zi?”  “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN